Tampilkan postingan dengan label Puisi sedih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi sedih. Tampilkan semua postingan

Aku Yang Galau

Di keheningan malam, terasa sunyi, sepi, tanpa kamu di sisi
Sebesar harapan untukmu dariku
Sedikit pertanyaan mengelilingi otakku
Kebimbangan hati telah datang padaku
dan keraguan hati menempel di otak akan kamu

Aku di sini kau jauh di sana
pertanyaan-pertanyaan terus berkeliling di pikiranku
Apa kau cinta aku???

Hanya hati dan pikiranku yang tahu
benarnya perasaanku
bahwa aku cinta kamu

Hari demi hari semakin besar cinta dalam pikirku
tapi aku tak kunjung tahu apa kau juga sama sepertiku
Kebimbangan terus tertanam dalam hati
karena sikapmu yang membuatku tak mengerti

I Love you...

Kan Ku Ingat Masa Itu


Indahmu menularkan semangat dalam jiwaku
Katamu meramaikan setiap kesunyian yg melanda sudut hatiku
Tatapanmu bagaikan nur yg menerangi seluruh otakku
Inikah dirimu, yang maha memiliki hati hampaku
Hitam bukanlah aku...


Putih, kelewat indah untuk jiwaku...
Merah jelas aku tak mau...
Inikah engkau yang memberiku Warna...
Menjadikan warna-warnamu sebuah pilihan yang sulit untuk kutau
Kehilangan ini membuatku canggung
Kehilangan ini membuatku menjadi seorang tuna
Dan kehilangan ini pula yang membuatku bertindak bodoh
Menuruti semua Ego terkutukku...
Menjadikanku semakin dan semakin terperosok dalam lembah kelam
Dan dalam kesendirian ini Aku tengah menyesali segala kelakuanku
Kelakuan yang membuat aku
kehilangan dirimu Selamanya...

Oh Tuhan...
Andai saja Waktu dapat aku putar mundur
Aku hanya akan meng-Cut saat itu
Saat aku akan kehilangannya
Kan aku rubah Skenario hidupku
Tapi waktu adalah waktu
Tak mau tau akan Deritaku
Derita yang ku buat sendiri Diatas semua Egoku
Sekarang...

Masa ini...
aku akan Hidup...
Tak akan kuulang lagi kesalahan itu
Kan kuingat masa itu sebagai jalanku
Jalan menuju sebuah cinta tanpa keEgoisan...

Dimanakah Perasaanmu:

DI  MANAKAH  PERASAANMU
Seakan duri merobek hatiku 
Hancurkan jiwaku Musnahkan semua tawa dihatiku
Mengapa kau lakukan ini padaku
Mengapa kau tinggalkanku saat aku membutuhkan kamu
Andai engkau tau 
Sakit hati ini saat kau tinggalkan cintaku yang tulus ini

Hanya untuk seorang yang tak pernah mencintaimu
Dimanakah perasaanmu??? 
Saat kau ucap kata lupakan aku 
Sungguh kau bukan manusia bagiku

Kau ucap kata yang Sama...
Hatiku tak seperti baja 
Yang takkan hancur meski dihantam oleh ribuan batu
Aku bukanlah boneka 
Yang bisa kau permainkan sesuka hatimu 
Aku bukan Tuhan

Yang bisa memberikan semua apa yang kau minta Kau pergi dan kau kembali lagi
Kau ucap kata sama  Kau minta untuk bersamamu lagi 
Kau ucap janji sama Kau takkan tinggalkan aku 
Kau ucap 1000 kata maaf padaku Itu..yang akan semakin membuatku terluka 
Bukan ku membencimu tapi sungguh Kata maaf itu terlalu indah dibibir manismu 
Dan sungguh Sulit untuk ku bisa memaafkanmu...

Rembulan Yang Tinggal Separuh

Semilir angin kian lembab
Lahirkan titik titik embun diujung dedaunan 
Jangkrik bersiul merdu 
Sayup suara Ku si burung hantu 
Suasana malam yang kian pekat nan senyap
Temaniku dalam pilu Aku tergugu,
Gejolak rindu seolah membeku
 
Rembulan yang tinggal separuh 
Mengintip dari celah jendela kamarku
Dia pun terlihat agak sendu 
Meski tetap tersenyum merayu 
Seolah dia tahu gundahku... 
Oh rembulan tahukah engkau... 
Diujung langit mana dia terbang? 

Tak satupun nampak jejak juga bayang 
Masihkah rindu ini harus ku genggam 
Hingga sampai saat itu menjelang 
Aku mencintainya sepenuh hati 
Amat merinduinya meski telah pergi

Ku hanya ingin bertatap 
Walau hanya sekejap 
Namun itu takkan mungkin terjadi 
Tidakkah seharusnya rasa ini telah mati 
Dan sirna dari hati ini... 
Namun dia tetap bertahta di palung sanubari...

Sulitnya Meyakinkan Hatimu

Bukan untuk yang pertama aku mencinta
Pernah ada dia yang aku puja
Tapi kali ini
Cinta dihati hanya untukmu
Walau cinta yang kuberi
Kadang tiada kau hargai
Pernah terlintas untuk melangkah pergi
Tapi hati memaksaku kembali
Rinduku semakin biru
Seiring hati yang semakin sendu

Ah..........
Cintamu mengurungku dalam derita
Walau tak ku pungkiri
Pernah juga kau beri bahagia
Entah warna apa cinta
Yang kau lukis dihatiku

Kasih.....
Bukan ku bermaksud tak setia
Tapi saat hati kau sakiti
Cinta masa laluku kembali
Karena dulu dia tak pernah menyakiti
Hanya cinta gilaku padamu
Yang memisahkan kami

Untuk Mu

Aku disini
Memayungi diri sendiri
Masih disini
Dan akan tetap disini
Menanti yang tak pasti
Ku mampu bertahan
Ku mampu menahan
Menahan rasa itu agar tak hilang
Apalagi yang harus ku lakukan ?

Belum cukup selama ini aku menemani ?
Menolongmu saat kau butuh
Mengusap air matamu saat kau menangis
Tapi apa ? kau mentah mentah menolakku

Tujuanku hanya Satu
Mendapatkan hatimu
Namun apa daya
Kerasnya hatimu sampai ku tak mampu meluluhkan
Sulitnya hatimu mencair